Beranda Culture FIXED MINDSET, Peran Pola Pikir Kaum MILENIAL Growth Mindset – Kabarmedia.id

FIXED MINDSET, Peran Pola Pikir Kaum MILENIAL Growth Mindset – Kabarmedia.id

17

Kabarmedia.id, FIXED MINDSET – Kurang lebih itu yang digumamkan Ani pada diri sendiri kala memandang angka UTS Matematikanya yang hanya 25. Di sampingnya, terdapat Doni yang menggerenyotkan bibir puas bisa 90, sembari berbicara,

Iya, Terowongan Memang Bukan Anak Pinter. Lalu Gimana Dong?

“ Saya bego..”

“ Ah gw memang ahli Matematik!!”

Ulasan laman media https://www.media-indonesia.com, Guys, gw ingin nanya serupa lo, bagi lo kurang lebih apa sih kunci buat menggapai suatu tujuan ataupun kesuksesan? Bisa jadi lo akan jawab, kegiatan keras, terdapat pula yang akan jawab wajib tetep fokus, ataupun intensitas. Sepanjang ini, kita di Zenius memang kerap catatan ke lo kalau kegiatan keras merupakan harga mati buat menggapai apa yang lo mau. Memanglah itu seluruh bener.

Tetapi kali ini, gw hendak beberin satu kunci ciri-ciri fixed mindset yang ga takluk genting dalam mencapai kesuksesan, terbebas dengan apapun arti dari“ sukses” dalam hidup lo. Kunci ini legal untuk seluruh aspek, dari berlatih, performa, cinta, sampe penanganan bentrokan. Kunci inilah yang berarti amat sangat untuk lo kembangin untuk ngedorong amat sangat dorongan lo buat kegiatan keras, fokus, serta giat. Apa itu?

Eit tadinya terowongan bahas kuncinya cara mengembangkan growth mindset, gw ingin kenalin lo ke seorang bernama Josh Waitzkin. Kalau lo sempat nonton film“ Searching for Bobby Fischer” ataupun lo penggemar catur asli, bisa jadi lo udah mengerti nih orang. Siapa sih ia? Josh Waitzkin merupakan ahli catur global asal Amerika Sindikat.

Ia salah satunya orang yang sempat berhasil invitasi di seluruh tingkatan di AS. Cocok bersandar di kursi sekolah aja, ia sukses memenangkan 7 kompetisi catur nasional. Belum terdapat yang sempat memenangkan seluruh kompetisi catur nasional sebesar Josh. Ia sukses menyandang titel Ahli dalam catur global pada umur 16 tahun. Mantep? Menunggu dahulu.

Kala berumur 21 tahun, ia menyudahi buat ambil tantangan dalam hidupnya dengan hempas setir, menekuni suatu yang jauuh berlainan dari bumi caturnya sepanjang ini… ilmu membela diri! Astaga.

Kenapa dapat? Ia mengetahui kalau ia udah berlatih gimana triknya berkembang serta sukses( di bumi catur), serta ia pikir tentu dapat diterapin pula buat aspek lain. Mulailah ia melimpahkan diri berlatih Tai Chi.

Sehabis lewat peperangan yang keras, kesusahan di sana- sini, serta tidak tahu berapa kali ia luka, kesimpulannya ia sukses jadi ahli membela diri hebat serta memenangkan 2 Kompetisi Bumi Tai Chi. Wuih!

Tidak puas dengan hasil ia di seni membela diri Tai Chi, saat ini kekasih lagi padat jadwal berlatih jiujitsu apalagi udah sampe mendirikan perguruan tinggi jiujitsu pula. Edan amat sangat yak nih orang!

Bisa jadi saat ini lo mulai berasumsi:

bisa jadi saat ini lo mulai berasumsi

“ Ah sang Josh memang jenius aja kali tuh. Memang orang istimewa gitu, prodigy.”

Janganlah salah Guys, terdapat satu momen dalam hidup Josh yang bagi pengakuannya jadi perihal terbanyak yang sempat terjalin di hidupnya. Yakin ataupun tidak, Josh bilang, cara mengubah fixed mindset menjadi growth mindset kegagalan yang ia natural cocok awal kali turut invitasi catur nasional menolong ia menjauhi jerat intelektual.

Jerat intelektual yang sukses ia jauhi merupakan yakin kalau ia itu istimewa, kalau ia memang lebih cerdas dari orang lain, serta ia tidak butuh upaya sangat keras buat dapetin yang ia ingin. Dengan barisan hasil yang ia memiliki, Josh dapat aja goyah buat mikir kalau ia itu memang seseorang jenius. Tetapi tampaknya tidak. Seseorang ahli catur global juga pula melampaui kekalahan.

“ The moment we believe that success is determined by an ingrained tingkat of ability, we will be brittle in the face of adversity.”– Josh Waitzkin

Ok, trus apa dong satu kunci genting yang ingin lo bahas di mari, Fan? Kuncinya merupakan MINDSET dalam gimana lo memandang seluruh suatu, ataupun lebih gampangnya kita ucap dengan sebutan Pola pikir..

Perbandingan Pola Pikir

perbandingan pola pikir

Sebagian orang di bumi ini memperhitungkan kalau intelek ataupun keahlian seorang merupakan suatu yang bertabiat“ senantiasa”( fixed). Banyak orang seperti demikian ini akan memperhitungkan,“ Oh ia memang anak yang terlahir cerdas” ataupun“ Otak gw tuh memang lamban, lelet amat sangat kalau disuruh mahfuz” ataupun“ Tubuh gw tuh kelu, ga hendak dapat deh berlatih nge- dance”. Penilaian- penilaian berbagai ini diucap dengan fixed pola pikir.

Di bagian lain, terdapat pula banyak orang di bumi ini yang memandang kalau suatu mutu itu bisa dibesarkan. Ilustrasinya, betul, seperti sang Josh. Banyak orang yang sejenis ini dengan ataupun tanpa mereka sadari mempunyai MINDSET yang lalu bertumbuh ataupun gampangnya diucap dengan growth pola pikir.

Ok, sekrusial itukah kedudukan pola pikir( MINDSET) dalam kesuksesan seorang? Tanggapannya IYA Amat sangat, serta udah banyak studi yang meyakinkannya.

Dalam suatu studi yang dicoba guru besar Stanford, meyakinkan kalau kedua pola pikir yang berlainan ini memanglah membawakan pada sikap serta hasil yang berlainan dengan cara penting.

Rancangan risetnya ini, sehabis memilah ratusan ilustrasi anak kategori 7 SMP yang background- nya dikira menggantikan populasi, mereka dimohon buat membagikan pemikiran kepada dirinya sendiri.

Nyatanya, kanak- kanak yang menyangka keahlian mereka itu memang hanya bersumber pada apa yang mereka amati sepanjang 7 tahun sekolah serta tak berasumsi kalau intelek mereka itu sedang dapat bertambah( fixed MINDSET).

Angka akademisnya mengarah beku( segitu- gitu aja) sepanjang sebagian tahun. Sebaliknya kanak- kanak yang berasumsi kalau mereka sedang dapat tingkatkan keahlian serta intelek mereka( growth pola pikir), nilainya mengarah bertambah dari durasi ke durasi.

Saat ini terowongan pertanyaan, berapa banyak sih dari lo yang berasumsi kalau lo memang tidak ahli matematika, ataupun lo memang tidak inovatif, ataupun tidak ahli komunikasi, tidak atletis, tidak memiliki sense of mode, serta lain- lain? Berapa banyak pula dari lo yang berasumsi kalau lo alaminya memang udah ahli di aspek khusus?

Kalau kita mau mengoptimalkan kemampuan kita, kita wajib mulai berasumsi berlainan. Kita wajib mulai siuman kalau kemampuan diri kita tidak dirantai dengan keahlian kita saat ini.

Neurosains membuktikan kalau otak kita dapat ditempa. Otak itu serupa seperti otot. Otot kalau dilatih, yang sebelumnya klemar- klemer, dapat jadi kuali, atletis. Lo duga Ade Rai udah memiliki six pack dari lahir? Serupa pula dengan otak. Kalau giat lo memberi pelajaran, lo dapat memantapkan jalinan antarneuronnya. Eits, tetapi janganlah salah biasa serta kemakan dongeng otak 10%, betul.

Banyak banyak orang hebat sebelumnya diprediksikan akan bermasa depan suram. Charles Darwin, Lucille Ball, Marcel Proust, Mozart, Einstein. Meski sebelumnya dicap selaku orang kandas, mereka sanggup membuat keahlian mereka.

Kita seluruh bersama mulai dari nihil. Bersama awal mulanya tidak dapat ngomong, tidak dapat jalur, tidak dapat baca catat, berhitung, tidak dapat naik sepeda, serta lain- lain. Terdapat waktunya Shakespeare pula terkini mulai berlatih alfabet, terdapat waktunya Einstein mulai tahu serupa nilai serta nama- nama dasar dalam fisika, serupa seperti kita seluruh.

Tetapi, kuncinya sepanjang mana kita yakin kalau kita lahir buat lalu berkembang serta bertumbuh serta keahlian kita tuh janganlah lo angka cuma dari sebagian tahun durasi lo berlatih sepanjang ini. Kala kita mengetahui kalau kita dapat mengubah keahlian kita di aspek apapun yang kita ingin, kala kita memiliki growth pola pikir, we bring our permainan to new levels.

“ I have nomor special talents. I am only passionately curious.”- Albert Einstein-

Gimana dapat betul pola pikir pengaruhi penampilan seorang?

Nyatanya, terdapat perwujudan fisiologis kepada pola pikir. Apa lagi itu? Hasil scan otak membuktikan, pada banyak orang dengan fixed MINDSET, otaknya sangat aktif kala menyambut data mengenai performanya.

Semacam angka uji ataupun akan mikir,“ gw udah keliatan pinter belum betul”. Tetapi buat banyak orang growth MINDSET, otak mereka sangat aktif kala menyambut data mengenai gimana mereka dapat melaksanakan lebih bagus lagi.

Dengan tutur lain, orang2 fixed MINDSET sangat takut dengan gimana ia ditaksir ataupun evaluasi eksternal kepada ia( ciee.. insecure ia). Kebalikannya, orang dengan growth pola pikir fokus kuncinya ke sepanjang mana ia menguasai suatu ilmu.

Salah satu identitas kurang baik dari orang dengan fixed MINDSET itu merupakan mereka senang memandang“ upaya” itu selaku suatu yang konyol, suatu yang cuma butuh dicoba oleh banyak orang berdaya kecil( sebab itu wajib berupaya).

Durasi mereka hadapi kekalahan, mereka mengarah menarik kesimpulan kalau mereka memang ga kemampuan di aspek itu( ciee menghibur diri). Lalu, bisa jadi sebab kepribadian abdi, mereka setelah itu mengarah kehabisan atensi hingga kesimpulannya menarik diri ataupun menyudahi berlatih di aspek itu.

Terus menjadi kerap ia melaksanakan perihal ini di bermacam pandangan kehidupannya, orang lain akan gampang ngecap ia selaku quitter. Kita bisa jadi sepanjang ini memandang permasalahan demikian ini sebab orangnya kekurangan dorongan.

Sementara itu itu hanya suatu pertanda permasalahan cuma. Pangkal permasalahan yang sesungguhnya merupakan gimana MINDSET fixed pola pikir yang membatasi ia buat bertumbuh.

Sebaliknya. Orang dengan growth pola pikir memandang“ upaya” itu selaku suatu yang buat mereka cerdas, metode buat berkembang serta bertumbuh. Kala mereka kandas, mereka siuman kalau kekalahan merupakan bagian dari penataran serta mereka hendak lalu berupaya serta menciptakan metode lain, semacam yang dicoba Josh Waitzkin kala ia takluk bermain catur ataupun membela diri.

Stop Menyanjung,“ Anak Cerdas”

Terdapat narasi asyik dari suatu riset lain. Ceritanya dalam riset ini, si periset ngasih sekumpulan puzzle pada segerombol anak. Kala buah hatinya sukses menata puzzle, periset hendak ngasih aplaus. Pujiannya terdapat 2 tipe.

Beberapa anak hendak dipuji demikian ini,“ Wow, angka kalian baik sekali, kalian memang pinter betul nyusun puzzle.” Ini merupakan tipe aplaus fixed MINDSET sebab melukiskan intelek ataupun keahlian selaku mutu yang senantiasa( fixed).

Beberapa anak lagi hendak dipuji demikian ini,“ Wow, angka kalian baik sekali, kalian tentu telah berupaya keras betul.” Ini merupakan tipe aplaus growth pola pikir sebab fokus pada cara.

Berakhir puzzle awal, para periset nanya ke kanak- kanak,“ Ok, berikutnya kamu ingin kerjain puzzle yang mana, yang gampang ataupun yang susah?” Kebanyakan anak yang menyambut aplaus fixed pola pikir milih puzzle yang mudah, sebaliknya beberapa besar anak yang nerima aplaus growth MINDSET memilah buat menantang dirinya.

Berakhir puzzle kedua, para periset setelah itu ngasih puzzle yang bener- bener susah ke seluruh anak buat ngeliat gimana akibat peperangan kesusahan kepada penampilan anak. Sehabis puzzle ketiga( yang susah), para periset kasih puzzle mudah yang mendekati dengan puzzle awal.

Nyatanya, hasilnya menarik amat sangat loh, kanak- kanak dengan aplaus fixed pola pikir skornya lebih kurang baik penting dari angka mereka awal kali. Sebaliknya kanak- kanak dengan aplaus growth MINDSET malah justru bisa angka lebih bagus dari angka awal mereka. Sementara itu itu puzzle yang mendekati amat sangat serupa puzzle awal yang mereka kerjakan tadinya loh!

Lucunya lagi, di akhir tahap, kanak- kanak disuruh ngelaporin angka mereka sepanjang ngerjain puzzle. Anak dengan aplaus fixed pola pikir pada umumnya dusta 3 kali lebih banyak dari anak2 dengan aplaus growth MINDSET. Mereka ngga memiliki metode lain buat mengalami kekalahan mereka, melainkan dengan piket image serta mencegah kepribadian abdi mereka.

Nah, riset yang menarik ini dapat jadi refleksi kita bersama, seberapa kerap sih kita cocok kecil dipuji sebab cerdas ataupun ahli dalam sesuatu perihal? Ataupun bisa jadi sampe saat ini orang berumur serta guru lo sedang melaksanakan yang serupa? Ataupun lo kerap melaksanakannya serupa adik lo?

Bisa jadi beberapa orang berasumsi kalau perkata aplaus itu untuk tingkatkan rasa yakin diri, tetapi salah- salah justru naruh kita ke fixed pola pikir. Kala kita memperoleh merek“ pinter” ataupun“ ahli” semenjak dini dari bumi eksternal, kita justru jadi khawatir serupa tantangan buat bertumbuh serta kehabisan rasa yakin diri kala seluruh perihal yang kita usahakan itu udah mulai susah.

Serupa pula kala kita kerap dicap selaku lelah atau bahlul dalam sesuatu perihal, bagus oleh diri sendiri ataupun orang lain, keahlian kita beradu sebab kita yakin keahlian kita memang segitu- gitu cuma.

Tetapi janganlah salah betul, arti terowongan bukan berarti kita tidak bisa dapet masukan( feedback) dari area. Berarti buat memperoleh feedback( aplaus ataupun kritik), tetapi wajib bersumber pada cara, bukan mengarah pada hasil, bukan pula bersumber pada kemampuan.

Pola pikir Dapat Diganti, kok

fixed mindset peran pola pikir kaum milenial growth mindset kabarmedia id
Source: Reading Gardens Regarding Educational and Inspirational Information

Untuk lo yang terkini nyadar sehabis baca postingan ini kalau sepanjang ini lo terperangkap dengan pola fixed MINDSET, hening aja… Studi- studi yang gw ceritain di atas membuktikan kalau kita dapat mengubah MINDSET kita.

Lagian nyatanya ini alami amat sangat kenapa, sebab beberapa besar dari kita tentu memiliki fixed MINDSET mengenai suatu, dapat jadi fixed- mindset lo bukan di pelajaran, tetapi di kehidupan sosial, metode lo berbicara, keahlian raga lo, serta lain serupanya.

Dalam sebagian permasalahan, kala growth MINDSET ini dicoba buat terencana dibentuk pada murid- murid dengan cara berangsur- angsur, mereka jadi mengarah lebih terpikat buat berlatih, upaya lebih keras, serta nyatanya terlihat pula dari angka akademis yang terus menjadi bertambah.

Meningkatkan growth MINDSET pula teruji membagi stereotype yang terdapat di bumi pembelajaran, semacam wanita kurang di matematik ataupun etnik khusus kemampuannya lebih kecil dari etnik lain.

Saat ini lo udah mengerti gimana ngebentuk MINDSET yang mendukung buat kemajuan diri lo. Janganlah kurang ingat berlatih gimana metode meningkatkan kemampuan kita melalui deliberate practice serta metode gimana triknya biar berlatih jadi senang.

Kala kita mengerti gimana metode meningkatkan keahlian kita, itu hendak menguatkan agama kita kalau kita memiliki pengawasan seluruhnya atas keahlian kita. Ngga fixed bawaan dari orok cuma. And at last, kalau di kepala lo sedang terdapat suara- suara demikian ini:

“ Gw memang lelah di Fisika, tidak hendak dapat kalau tidak remed”

“ Keahlian gw memang hanya segini, tidak hendak dapat lolos SBMPTN”

“ Gw tuh males aksi, perut gw hendak gendut selamanya”

“ Gw memang sucks in relationship, gw hendak forever alone”

“ Kecekatan renang gw 3 detik lebih lelet dari ia, gw tidak hendak berhasil invitasi kabupaten”

Lo mencoret pandangan itu seluruh dari kepala lo. Lo ubah perkata“ ga dapat” jadi“ BELUM” ataupun“ BELUM Saat ini”. Terus berupaya, janganlah sempat berserah, serta ketahuilah kalau kalau kandas itu maksudnya bukan hanya kesuksesan yang tertunda tetapi lalu lo tak berupaya. Kekalahan itu lebih pas maksudnya lo lagi dalam cara berlatih. Sukses ataupun nggaknya, itu seluruh terkait upaya lo, serta MINDSET lo buat lalu ingin bertumbuh!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini