Beranda Culture Desa Umoja, Sejarah Tradisi Pemerkosaan Liar – Kabarmedia.id

Desa Umoja, Sejarah Tradisi Pemerkosaan Liar – Kabarmedia.id

70
Desa Umoja, Sejarah Tradisi Pemerkosaan Liar
Desa Umoja, Sejarah Tradisi Pemerkosaan Liar

Desa Umoja, Sejarah Tradisi Pemerkosaan Liar – Kabarmedia.id, Jika di Tiongkok terdapat wilayah yang dipadati oleh wanita serta laki- laki hidup senang di desa itu, hingga terdapat pula desa yang dipadati wanita, tetapi laki- laki diharamkan buat masuk ke desa itu. Astaga! desa yang mencegah laki- laki buat bermukim di situ merupakan desa Umoja, wilayah kecil yang terdapat di Kenya, Afrika. Bisa jadi jika desa di Tiongkok itu akan jadi desa angan- angan nyaris seluruh laki- laki deh. Tetapi, gimana dengan desa Umoja?

Nyatanya, dusun Umoja ini mempunyai asal usul jauh nan suram yang belum banyak orang ketahui. Orang hanya ketahui kalau dusun ini mencegah laki- laki buat bermukim di mari. Pembedaan kalangan Adam? Bukan! Saat sebelum berpendapat miring, cobalah buat menguasai asal usul dusun tanpa laki- laki ini.

Tadinya, dusun yang kebanyakan berawal dari kaum Samburu ini memiliki permasalahan. Adat- istiadat pemerkosaan yang jadi momok untuk tiap wanita.

Desa Umoja, suku samburu di masa lalu
Desa Umoja, suku samburu di masa lalu

Jauh saat sebelum desa Umoja tercipta, suku Samburu mempunyai adat- istiadat abnormal yang sesungguhnya amat mematikan. Terlebih untuk anak wanita di dasar baya yang telah hadapi pubertas. Kaum ini melegalkan aksi pemerkosaan oleh laki- laki selaku jalur buat menikahi seseorang wanita. Lebih gawatnya lagi, mereka tidak hirau dengan ikatan antarkeluarga.

See also  FIXED MINDSET, Peran Pola Pikir Kaum MILENIAL Growth Mindset - Kabarmedia.id

Dalam adat- istiadat ini, laki- laki wajib mendekati orangtua sang wanita buat membagikan kalung selaku ciri‘ pengesahan’. Maksudnya, kala wanita sudah mengenakan kalung Merah Samburu di lehernya, ia berkuasa buat diperkosa oleh laki- laki yang membagikan kalung pada ibu dan bapaknya. Akhirnya, kalung Merah ini senantiasa jadi momok untuk tiap wanita. Nah, dari sinilah para kalangan Hawa mulai takut dengan situasi semacam ini. Kehamilan di dasar baya juga jadi biasa untuk kanak- kanak wanita mereka.

Kejadian pemerkosaan serta kekerasan oleh angkatan Inggris membuat Rebecca Lolosoli mendirikan dusun Umoja

Desa Umoja, portret rebecca lolosoli
Desa Umoja, portret rebecca lolosoli

Nyatanya, adat- istiadat pemerkosaan kaum Samburu ini berakhir pada perbuatan kekerasan intim yang yang lain, semacam berbaur menuntut serta sunat untuk wanita. Selaku seseorang yang sudah bersahabat dengan perbuatan kekerasan semacam ini, Rebecca Lolosoli sudah mempertimbangkan gimana triknya pergi dari argari yang telah ia lihat semenjak kecil.

Belum lagi, masuknya angkatan Inggris yang melanda raga serta ilmu jiwa kalangan Hawa di kaum Samburu. Mereka memerkosa semua perempuan serta gadis- gadis di desanya, apalagi tidak tidak sering mereka juga dipukuli dengan cara beringas.

Umoja berarti‘ aliansi’. Aliansi perempuan yang sudah hadapi kejadian, meneruskan hidup dengan menentang para laki- laki!

Desa Umoja, bersatunya wanita samburu
Desa Umoja, bersatunya wanita samburu

Pada tahun 1990, Rebecca bersama 16 orang perempuan yang lain yang sepenanggungan, membuat suatu dusun yang terdapat tidak jauh dari padang rumput Samburu. Umoja yang berawal dari bahasa Swahili berarti‘ aliansi’, ialah wujud jelas proteksi serta wujud antipati atas seluruh tipe laki- laki yang terdapat di wajah alam. Di padang rumput yang tandus serta sepi itu, wanita- wanita kuat inilah yang merintis kehidupan terkini, tanpa butuh terdapat pria mana juga yang dapat mengganggu era depan mereka.

See also  Queen of Rom-com, 9 Daftar Aktris Wanita Cantik Korea - Kabarmedia.id

Peperangan Rebecca serta perempuan yang lain kesimpulannya membuat Kenyan Wildlife Services juga membenarkan kehadiran desa Umoja

Desa Umoja, perjuangan nan kunjung usai
Desa Umoja, perjuangan nan kunjung usai

Nyatanya, membuat suatu dusun yang mandiri tidak semudah yang dicerminkan. Banyak pihak yang cemburu serta jengkel dengan hasil para perempuan di dusun ini. Dari tahun 1990 sampai hingga dikala ini, para perempuan di desa Umoja berupaya menghidupi diri mereka dengan bermacam metode. Dari membuka counter HP, sampai membuat bermacam kerajinan yang dijual buat para wisatawan yang bertamu. Selaku memo, banyak wisatawan yang bertamu ke dusun ini sebab terpikat dengan pandangan hidup yang Rebecca tanamkan semenjak tahun 1990 itu.

Setalah banyak wisatawan yang bertamu, tidak sedikit masyarakat desa sisi yang cemburu serta jengkel dengan keberhasilan warga Umoja dalam berjuang. Para pembangkang yang mayoritas dari kalangan Adam itu memblokir jalanan mengarah ke desa Umoja.

Sebagian orang dari dusun terdekat memblokir jalur masuk ke dusun kita supaya tidak terdapat turis yang bisa mendatangi kita. Apalagi sehabis itu dekat 30 prajurit turut mengusir turis yang berarti menghadiri dusun kita serta membuat seakan dusun kita ialah dusun yang tidak pantas didatangi.– Rebecca Lolosoli.

Peperangan belum berakhir. Mereka kesimpulannya menyimpan uang buat membeli sebagian m tanah buat membuka jalur buat akses para wisatawan mengarah ke desa Umoja. Peperangan ini diapresiasi oleh penguasa Kenya dengan membagikan apresiasi Kenyan Wildlife Services. Tidak hanya itu, Rebecca memperoleh apresiasi orang berbentuk Garis besar Leadership Award dari Vital Voices, suatu badan nirlaba yang lain yang berpusat pada kalangan perempuan serta hak asas orang.

Perempuan di dusun Umoja ini sedang menggemari laki- laki. Tetapi bukan dalam suatu jalinan perkawinan ataupun sebagainya

Desa Umoja, memiliki anak anak merupakan segalanya
Desa Umoja, memiliki anak anak merupakan segalanya via www.duniakana.com

Satu perihal yang istimewa dari desa Umoja ini merupakan, nyatanya mereka sedang menggemari laki- laki! Diambil dari Guardian, warga Umoja ini sedang menggemari laki- laki tetapi tidak memperbolehkan laki- laki buat masuk serta bermukim ke desa mereka.

See also  Warisan Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia - Kabar Berita

Kita sedang menggemari laki- laki. Mereka memanglah tidak diizinkan bermukim disini. Tetapi kita mau bocah, serta perempuan bisa mempunyai anak walaupun tidak menikah.

Bagi mereka, seluruh perempuan di desa ini dapat hidup tanpa pria, tetapi tidak dapat hidup tanpa kanak- kanak. Kanak- kanak inilah yang esoknya dididik sedemikian muka, alhasil dapat jadi angkatan penerus yang paham bermacam perihal, tercantum bimbingan sekeliling seks.

Seperti itu desa Umoja, desa di bagian Kenya yang saat ini jadi ilustrasi area untuk desa lain buat dapat mandiri dengan triknya sendiri. Tidak terdapat laki- laki, tidak permasalahan!

Artikulli paraprakTony Jaa Aktor Thailand Yang Sering Muncul Pada Film Action Internasional – Kabarmedia.id
Artikulli tjetër6 Tradisi Suku Seksual Teraneh di Dunia – Kabarmedia.id